Ucapan saya

Selamat datang d'blog saya,yang serba sederhana.



blog ini terbina untuk meluahkan perasaan dan mengisi waktu yang kosong. kepada penulis blog yang telah menyalin atau mencetak karya yang ada dalam blog ini,tanpa seizin saya,di harap me-delete daripada blok anda.



Terima kasih,,atas kerja samanya n perhatianya,,saya sangat menghargainya..

Rabu, 02 Maret 2011

Sang Pendatang Baru ! 1

Namanya Brian Steelciawan.
Lelaki ini cukup tinggi, berkulit hitam manis dengan tahi lalat yang menghiasi pipinya, membuat ia semakin sedap di pandang. Anak
anak memanggil dia "Brian". Ya, anak baru
pindahan dari sekolah lain itu membuat
hati Mala tak karuan.

Semenjak Brian datang, Mala tak bisa bernapas lega. Dadanya selalu saja
terasa sesak oleh kehadirannya di kelas.
Dan semenjak itu pula, Mala masih belum
bisa menerima kehadiran sesosok lelaki
berwajah hans0me itu di kehidupannya.

Bukan kerna Mala suka sama Brian
yang hans0me, yang jadi perhatian gadis gadis di sekolahnya. Ada yang ngirim
surat, ngasih coklat, dan
masih banyak barang barang lainnya yang
buat Mala menggelebah.

Mala benar benar tak suka sama
anak baru itu. Melihat dari gayanya aja,
mala benci sangat. Baru masuk sudah nebar senyuman,
membuat gadis gadis satu sekolah selalu membicarakan dia.

Mala benar benar benci. Lihat saja
Brian, baru masuk saja sudah jadi
kesayangan guru guru. Mala, yang
biasanya jadi pusat perhatian, kini
tersandung oleh ketenaran Brian di
sekolahnya.

Selain tampan, Brian pun sangat pintar. Itulah yang membuat mala semakin benci sama Brian. Sering kali nilai nilai
Mala jauh di bawah Brian. Padahal Mala
adalah pelanggan tetap juara umum di
sekolah.

"Brian lagi, Brian lagi!" keluhnya pada
Tami, teman sebangkunya yg sebenarnya
naksir sama lelaki
hitam manis itu.

"Kenapa denganmu, Mal? Memangnya Brian berbuat apa denganmu? Tanyanya pada
Mala yg terlihat sangat kesal.

"Eh, kurang ajar tau tak,! Masa, pelajaran kimia dia dapat seratus? Paling juga dapat nyontek kali!" terka Mala menuduh Brian mencontek.

"Memangnya nilai exam kimia kamu berapa?" Tanya Tami yg kalau
berbicara nadanya seperti artis penyanyi yg baru naik daun.

"Tapikan selama ini hanya aku aja
yang nilainya paling tinggi, Tam," jawab Mala penuh emosi.

"Kamu ini Aneh, Brian yg hitam manis itu benar benar kamu benci. Aku tak mengerti pikiran kamu, Mal!" seru Tami tak paham
mengapa Mala begitu benci sama Brian.

"Ya udahlah, jangan membicarakan Brian si sewel itu lagi, bisa pekak telinga aku tau tak!" Dan akhirnya Mala melupakan sejenak si hitam manis itu. Mereka pun segera menuju ke kantin sekolah yg tak jauh dari kelasnya.

***

malam belum juga kunjung pagi.
Terdengar suara jangkrik menemani
waktu belajar Mala di malam kelam itu.
Teh hangat yg ia buat sendiri, diseruputnya secara perlahan. Lalu Mala duduk di samping meja belajar yg
terbuat dari kayu jati, oleh oleh papanya
dari perjalanan bisnis ke Jepara.

Mala pun membolak balikkan buku
pelajaran, membukanya selembar demi selembar, kerna besok Mala harus menghadapi ujian semestar yang pertama di kelas dua ini.
Keheningan membuat konsentrasi belajarnya tak terganggu. Namun, sosok lelaki hitam manis itu selalu hilir mudik dalam pikirannya.

Brian, Brian lagi! " kenapa harus ada si
Brian brengsek itu?" bisik Mala dalam hati kecilnya.
Mala mencoba menghilangkan bayangan Brian dalam pikirannya. Tapi, mengapa tak hilang? Konsentrasi
belajarnya pun seketika itu buyar....

***

"Brian, how are you today?" tanya Dita,
teman sekelas Mala, sambil menggodanya dan Brian pun hanya menyunggingkan senyumnya yg manis.
Mala cuma memandang kesal ke arah Brian, si penebar senyum. Spontan saja, Mala menunjukkan wajah juteknya pada Brian.
Dan lagi lagi Brian hanya tersenyum padanya.

Memang, tak ada yg salah dari
Brian. Dia lelaki yg baik, ramah, murah senyum, dan juga tampan. Sebenarnya
Mala pun tak dapat memungkiri hal
tersebut. Hanya saja, Mala tak suka
seseorang dapat mengalahkannya, baik itu
lelaki maupun wanita.

Mala sudah terbiasa dirinya yg
selalu hebat di kelas. Dari soal menghitung, analisis bahkan olahraga pun
dikuasainya. Mala bahkan pernah
menjuarai lomba science tingkat nasional.
Olahraga, ia pernah mendapatkan medali emas tingkat propinsi dalam cabang lompat jauh.

Memang, Mala sering mengalami
kegagalan. Namun, kegagalannya itu
yg membuatnya semakin berpengalaman.
Ia pernah hanya menjadi juara
ketiga dalam lomba membaca puisi yg
di buatnya sendiri. Tapi, kerna semangatnya
yg kuat ia semakin pandai dalam
membuat puisi.

Hari ini, hari yg buruk bagi Mala.
Bukan kerna puisinya, yg selalu
di puji orang. Tetapi kerna nilai
ujiannya yg jauh di bawah Brian.
Seharusnya, sebelum ada Brian,
Mala menjadi tempat teman temannya berlangganan tanya jawaban soal.
Tetapi kini semuanya beralih pada Brian dan Brian! Mala hanya bisa menggerutu dalam hati kerna nilai
ujiannya, yg sebenarnya baik
namun masih kalah dibanding nilai Brian.

***

BeRsAmBuNg....;)

5 komentar:

  1. tengs follow my blog yer...
    ema x letak chatbox ke???
    boleh kita borak2...hehe

    BalasHapus
  2. Ur welc0me flendzZ
    ema nak jugak letak chatb0x
    tapi ema x faham
    buatnye;)
    kalau nak buatkan boleh, he

    BalasHapus
  3. jux dftar kt mne2 chatbox...then amik kod n paste aje..ley blog tutor eira utk info..http://eira-bannerexchange.blogspot.com/2011/01/chatbox-yang-menyorok-nakal-di-blog_9991.html

    BalasHapus
  4. nice.. ;)
    cara penulisan yang lain dari penulis yang lain..
    good luck Ema ;)

    BalasHapus
  5. nice story...permulaan yang baik

    BalasHapus